Taste·Asia

Nom Banh Chok

នំបញ្ចុក (Nŏm Băñjŏk)

Mi sarapan Kamboja: bihun beras fermentasi segar diberi topping saus kari ikan-santan yang disebut samlor proher dan setumpuk sayuran mentah. Sarapan nasional Khmer.

Persiapan30 menit
Memasak45 menit
Porsi4
Tingkat kesulitanSedang
cambodiakhmerbreakfastnoodlesnational
Nom Banh Chok

Cara membuat

  1. Rebus ikan dalam kaldu ikan 8 menit. Angkat, suwir, buang tulangnya. Sisihkan kaldunya.
  2. Tumbuk serai, lengkuas, kunyit, daun jeruk, bawang merah, bawang putih, cabai, kapi, dan prahok di lumpang jadi pasta halus. Tambahkan ikan suwir dan tumbuk sebentar untuk menyatukan; ini memberi saus tubuhnya.
  3. Panaskan 2 sendok makan minyak netral di panci tebal. Tambahkan pasta kreung dan ikan; tumis 6 menit dengan api sedang hingga harum dan warna lebih dalam.
  4. Tuang santan dan kaldu ikan yang sudah disisihkan. Rebus 20 menit; saus harus mengental dan rasa menyatu. Bumbui dengan saus ikan dan gula aren.
  5. Rebus bihun beras 90 detik; tiriskan ke mangkuk. Dinginkan sedikit.
  6. Beri tiap mangkuk mi sesendok besar saus ikan-santan hangat. Tata sayuran mentah di piring terpisah. Tiap orang menumpuk sayuran di atas mi, peras jeruk nipis, dan aduk di mangkuk. Rasio saus dengan mi harus basah tetapi tidak bersaus.
Catatan budaya

Nom banh chok adalah sarapan universal Kamboja, dijual dari gerobak jalanan pagi sebelum fajar, dimakan sambil berdiri oleh pegawai kantor dan anak sekolah. Bihun beras fermentasi (banh chok) adalah ciri yang menentukan; saus ikan-santan prahok (samlor proher) adalah ciri kedua. Tiap daerah Kamboja punya variasi sedikit; versi selatan pakai serai lebih banyak, utara lebih banyak kunyit. Hidangan ini muncul saat Pchum Ben (festival leluhur Khmer) sebagai persembahan upacara. Tumpukan sayuran mentah di atas adalah salad sarapan; makan tanpa itu dianggap hanya makan separuh hidangan.

Lainnya dari Kamboja