Taste·Asia

Roast Ayam Bangladesh

মুরগির রোস্ট (Muragir Rōsṭa)

Roast ayam khas Dhaka: ayam bertulang direbus dalam kuah yogurt-mete dengan safron, kewra, dan air mawar. Warna oranye-kuning dan aroma mawar membuatnya wajib hadir di perjamuan pernikahan Dhaka.

Persiapan30 menit
Memasak45 menit
Porsi4
Tingkat kesulitanSedang
bangladeshweddingchickencelebrationmughlai
Roast Ayam Bangladesh

Cara membuat

  1. Marinasi ayam dengan yogurt, 30 g pasta jahe-bawang putih pertama, cabai Kashmiri, kunyit, dan garam. Diamkan 4 jam.
  2. Panaskan ghee di panci tebal. Masukkan kapulaga hijau dan hitam, kayu manis, cengkeh, dan daun salam India. Masak 60 detik.
  3. Sangrai potongan ayam marinasi 3 menit per sisi; angkat.
  4. Tambahkan 30 g pasta jahe-bawang putih kedua ke ghee; tumis 90 detik. Tambahkan pasta mete-almond; masak 4 menit; dapur akan berbau kaya dan creamy.
  5. Kembalikan ayam. Tuang 400 ml air. Tambahkan cabai hijau, dua per tiga birista, dan gula. Tutup dan masak 30 menit dengan api kecil.
  6. Tambahkan susu safron, krim kental, air kewra, dan air mawar. Masak 5 menit lagi; kuah harus jadi oranye-kuning pekat dengan safron dan beraroma kuat mawar dan pandan. Tabur sisa birista. Diamkan tertutup 10 menit. Sajikan dengan kacchi biryani atau pulao di perjamuan pernikahan Dhaka.
Catatan budaya

Roast ayam Bangladesh adalah hidangan perjamuan pernikahan; berbeda dari ayam Mughlai India dalam pemakaian esens harum yang lebih agresif (kewra, mawar) dan warna kuning-oranye yang lebih digerakkan oleh safron. Hidangan ini muncul di setiap pernikahan Dhaka berdampingan dengan kacchi biryani dan borhani; memesan roast ayam di restoran Bangladesh menandai perayaan. Kuah mete-almond adalah warisan Mughal; safron dan kewra adalah hiasan Persia-Mughal. Dosis krim adalah modernisasi Bangladesh; resep lama hanya pakai yogurt.

Lainnya dari Bangladesh