Cara membuat
- Marinasi ayam dengan yogurt, 30 g pasta jahe-bawang putih pertama, cabai Kashmiri, kunyit, dan garam. Diamkan 4 jam.
- Panaskan ghee di panci tebal. Masukkan kapulaga hijau dan hitam, kayu manis, cengkeh, dan daun salam India. Masak 60 detik.
- Sangrai potongan ayam marinasi 3 menit per sisi; angkat.
- Tambahkan 30 g pasta jahe-bawang putih kedua ke ghee; tumis 90 detik. Tambahkan pasta mete-almond; masak 4 menit; dapur akan berbau kaya dan creamy.
- Kembalikan ayam. Tuang 400 ml air. Tambahkan cabai hijau, dua per tiga birista, dan gula. Tutup dan masak 30 menit dengan api kecil.
- Tambahkan susu safron, krim kental, air kewra, dan air mawar. Masak 5 menit lagi; kuah harus jadi oranye-kuning pekat dengan safron dan beraroma kuat mawar dan pandan. Tabur sisa birista. Diamkan tertutup 10 menit. Sajikan dengan kacchi biryani atau pulao di perjamuan pernikahan Dhaka.
Common questions
Can Roast Ayam Bangladesh be made ahead?
Roast Ayam Bangladesh is best made and eaten the same day, but the components can be prepped earlier — chop and measure the ingredients up to a day ahead, refrigerated separately. Final cooking takes about 45 minutes.
Is Roast Ayam Bangladesh spicy?
Roast Ayam Bangladesh as written is mild to mildly warming — the heat comes from aromatics rather than chili. Add fresh sliced chili or chili oil at the end if you'd like to push it spicier.
Is Roast Ayam Bangladesh vegetarian or gluten-free?
This recipe is suitable for most diets. If you have specific restrictions, the substitutions section in each ingredient note covers the most common swaps.
How hard is Roast Ayam Bangladesh to make at home?
Roast Ayam Bangladesh sits at intermediate difficulty — total time about 75 minutes. The ingredients are not unusual but the timing requires attention.
Can Roast Ayam Bangladesh be scaled up or down?
This recipe is written for 4 servings. To scale, multiply each ingredient proportionally; the cooking times stay the same up to about double the volume. Beyond that, expect to cook in batches because of pan size and heat distribution.
Catatan budaya
Roast ayam Bangladesh adalah hidangan perjamuan pernikahan; berbeda dari ayam Mughlai India dalam pemakaian esens harum yang lebih agresif (kewra, mawar) dan warna kuning-oranye yang lebih digerakkan oleh safron. Hidangan ini muncul di setiap pernikahan Dhaka berdampingan dengan kacchi biryani dan borhani; memesan roast ayam di restoran Bangladesh menandai perayaan. Kuah mete-almond adalah warisan Mughal; safron dan kewra adalah hiasan Persia-Mughal. Dosis krim adalah modernisasi Bangladesh; resep lama hanya pakai yogurt.