Cara membuat
- Rendam biji selasih dalam air dingin selama 20 menit hingga mengembang menjadi mutiara hitam-bermata dengan lapisan jeli transparan. Tiriskan.
- Rebus bihun beras dalam air bergaram selama 4 menit hingga empuk. Tiriskan, bilas dengan air dingin, tiriskan lagi. Sisihkan.
- Dalam teko tinggi, kocok susu dingin, sirup mawar, dan susu kental manis hingga merata berwarna merah muda pucat. Cicipi dan sesuaikan rasa manis.
- Siapkan empat gelas tinggi (semakin tinggi semakin baik — faluda memang dimaksudkan menjadi pertunjukan berlapis).
- Di setiap gelas: 2 sendok makan biji selasih yang ditiriskan di dasar. Tambahkan 2 sendok makan kubus jeli. Tambahkan 2 sendok makan bihun matang. Tuang susu mawar di atasnya hingga tiga perempat penuh.
- Tambahkan 4–5 es batu. Tutup masing-masing dengan satu scoop es krim. Hiasi dengan pistasio cincang dan satu kelopak mawar. Sajikan langsung dengan sendok panjang dan sedotan tebal — minuman ini memang dimaksudkan untuk diminum lewat sedotan dan disantap dengan sendok. Lapisan dasar biji selasih adalah pengenalan pertama anak Sri Lanka pada tekstur yang memuaskan.
Catatan budaya
Faluda awalnya datang dari pedagang Persia-Mughal dan sampai ke Sri Lanka via komunitas Tamil-Muslim. Struktur dasarnya — sirup mawar, biji selasih, vermicelli, es krim — dibagi di seantero anak benua India (kulfi falooda di India, falooda di Pakistan, faluda di Sri Lanka), tetapi versi Sri Lanka lebih manis dan memakai lebih banyak vermicelli. Faluda Sri Lanka dijual di toko roti dan kafe milik Muslim di Colombo (terutama di sepanjang Galle Road) dan merupakan menu pokok berbuka puasa Ramadan. Biji selasih (sabja) dipercaya bersifat mendinginkan; minuman ini terkait dengan cuaca panas.