Cara membuat
- Larutkan ragi dan gula dalam air kelapa hangat; diamkan 10 menit hingga berbusa. Kocok masuk kedua tepung dan santan kental menjadi adonan halus — seperti krim cair. Tambahkan garam.
- Tutup dan fermentasi di tempat hangat selama 6–8 jam. Adonan harus berlipat ganda, beraroma asam menyenangkan, dan sedikit bergelembung — fermentasi inilah yang memberi hopper tepi berenda dan tengah yang lembut.
- Tepat sebelum dimasak, encerkan adonan dengan santan encer hingga mudah dituang — kekentalan harus seperti krim kental.
- Panaskan wajan hopper (wajan kecil mirip wok dengan tutup berkubah) di atas api sedang-besar. Olesi dengan film tipis minyak.
- Tuang sekitar 60 ml adonan ke tengah. Langsung angkat wajan dan goyangkan memutar agar adonan melapis sisi tipis sambil mengumpul di tengah — ini menciptakan tepi berenda dan dasar spons tebal.
- Tutup dengan tutupnya selama 2 menit. Tepi harus renyah, tengah tetap sedikit lembap. Untuk egg hopper, pecahkan telur ke tengah setelah goyangan, lalu tutup. Geser hopper matang dengan spatula tipis. Sajikan langsung dengan pol sambol, lunu miris, dan kari.
Catatan budaya
Hopper adalah sarapan dan makan malam pokok Sri Lanka — dijual dari kios pagi hari dan dibuat di rumah untuk santapan nasi-dan-kari malam. Fermentasi membedakan hopper sungguhan dari pancake datar; tanpanya yang Anda dapat hanyalah cakram tipis, bukan bentuk bermangkuk berenda. Wajan hopper adalah perlengkapan dapur esensial di Sri Lanka. Egg hopper (telur dipecahkan ke tengah) adalah versi perayaan; hopper polos adalah harian. Bentuknya — seperti mangkuk dengan tengah lembut — bersifat fungsional: ia menampung kari layaknya wadah.