Cara membuat
- Keringkan sapi dengan tepukan tisu. Buat sayatan kecil di seluruh permukaan dengan pisau tajam dan tusuk masing-masing dengan satu siung bawang putih geprek dan satu kuntum cengkeh utuh. Penusukan ini menembuskan aromatik ke daging selama proses memasak panjang.
- Campur bubuk kari, bubuk cabai, lada hitam, dan garam. Lumuri seluruh permukaan sapi. Marinasi minimal 2 jam, idealnya semalaman.
- Panaskan minyak dalam panci tebal yang cukup lebar untuk menampung sapi. Sangrai sapi di semua sisi total 6 menit — permukaannya harus berwarna cokelat pekat. Angkat.
- Di panci yang sama, tambahkan bawang bombay iris, jahe, serai, daun kari, pandan, dan kayu manis. Aduk 4 menit hingga bawang bombay melunak.
- Kembalikan sapi ke panci. Tuang asam jawa, cuka, kecap asin pekat, gula aren, dan air secukupnya untuk separuh menutupi sapi. Didihkan dengan api kecil.
- Tutup dan masak dengan api sangat kecil selama 3,5 jam, balik sapi setiap 30 menit. Daging harus mudah ditusuk garpu; saus harus menyusut menjadi gravy gelap glossy. Angkat sapi; diamkan 20 menit. Kurangi saus terbuka 10 menit lagi bila terlalu encer. Iris tebal sapi melawan serat. Tuang saus yang sudah disaring di atasnya. Sajikan dengan nasi dan lauk Sri Lanka.
Catatan budaya
Smore sapi adalah hidangan Sri Lanka Burgher Belanda — namanya berasal dari kata Belanda 'smoorvlees' (daging yang dimasak tertutup), dibawa penjajah Belanda abad ke-17. Adaptasi Sri Lanka menambahkan bahan lokal: asam jawa, daun kari, pandan, gula aren. Hidangan ini terkait dengan Natal dan meja keluarga Burgher untuk acara khusus. Teknik penusukan (cengkeh dan bawang putih ditancapkan ke daging) berasal dari Eropa, tetapi rebusan panjang dalam aromatik asam-manis-pedas sepenuhnya Sri Lanka. Smore bisa dibekukan dengan baik dan sering dibuat berhari-hari sebelum pesta.