Cara membuat
- Blansir tulang babi di air mendidih 10 menit; bilas. Gabungkan dengan 2 L air segar, bawang bombay gosong, jahe, bawang putih memar, dan cumi kering di panci kaldu. Rebus 75 menit dengan api kecil sambil dibuang busanya.
- Saring lewat kain saring halus ke panci bersih. Tambahkan gula batu, saus ikan, dan lada putih. Sesuaikan bumbu; kaldu harus halus manis, asin, dengan kedalaman umami yang jelas.
- Buat bawang putih goreng: panaskan 60 ml minyak di wajan kecil; tambahkan bawang putih cincang dan aduk terus 4 menit hingga keemasan rata. Angkat ke piring beralas tisu. Sisihkan minyak berbumbu bawang putih.
- Masak mi di air mendidih tanpa garam selama 90 detik; tiriskan ke mangkuk.
- Didihkan kaldu berbumbu dengan api kecil. Masukkan irisan babi dan udang; masak 90 detik hingga matang; panas kaldu menyelesaikan masaknya.
- Sendok kaldu, babi, dan udang di atas mi. Beri tiap mangkuk sesendok besar bawang putih goreng dan tetesan minyak bawang putih. Tata piring herba, tauge, dan jeruk nipis; tiap orang menambahkan ke mangkuk. Makan panas.
Catatan budaya
Kuy teav datang ke Kamboja dengan imigran Tionghoa Teochew berabad-abad lalu dan benar-benar di-Khmer-kan: versi Phnom Penh memakai cumi kering untuk umami, bawang putih goreng untuk aroma khas, dan kaldu tulang babi sebagai dasar. Hidangan ini sarapan dan makan siang di Phnom Penh; toko khusus kuy teav buka pukul 5 pagi sampai siang, dengan panci kaldu mendidih sepanjang pagi. Hidangan ini juga ada di Vietnam selatan dan Thailand dengan nama berbeda; versi Kamboja paling herbal dan harum di antara saudara regionalnya.