Taste·Asia

Kuih Lapis

Kuih Lapis

Puding tepung beras kukus berlapis-lapis dengan corak merah muda dan putih bergantian — kudapan teh sore Peranakan yang dikupas lapis demi lapis dengan jari, sedikit manis dan agak kenyal.

Persiapan20 menit
Memasak1h
Porsi8
Tingkat kesulitanSedang
peranakankuihsteamedlayeredtea time
Kuih Lapis

Cara membuat

  1. Campurkan tepung beras, tepung tapioka, tepung maizena, gula, dan garam dalam mangkuk besar.
  2. Dalam panci, hangatkan santan, air, dan pandan di atas api kecil hingga baru beruap — jangan sampai mendidih, karena santan bisa pecah. Buang daun pandan.
  3. Tuang campuran santan hangat secara perlahan ke bahan kering sambil dikocok. Adonan harus halus dan sedikit lebih kental dari krim cair. Saring melalui ayakan halus.
  4. Bagi adonan menjadi dua porsi sama banyak. Aduk sirup mawar atau pewarna merah ke salah satu porsi hingga merata berwarna merah muda. Sisanya biarkan putih.
  5. Olesi tipis loyang kukus persegi 18 cm dengan minyak. Siapkan kukusan dengan air mendidih kuat.
  6. Tuangkan satu lapis tipis adonan merah muda (sekitar 100 ml) ke loyang. Kukus 5 menit — lapisan harus mengeras tapi sedikit basah di permukaan. Tuang 100 ml adonan putih di atasnya; kukus 5 menit. Lanjutkan bergantian, tuang setiap lapisan baru di atas yang lama dan kukus 5 menit per lapisan, sampai kedua adonan habis. Hasil akhirnya adalah 9 lapisan bergaris yang bergantian. Dinginkan sepenuhnya (penting — kuih lapis hangat akan lengket). Iris dengan pisau yang dilumuri minyak. Santap sambil mengupas lapis demi lapis dengan jari.
Catatan budaya

Kuih lapis adalah kudapan Peranakan (Nyonya) — versi merah muda-putih khas Malaysia menggemakan kuih lapis Indonesia (yang sering hijau-putih dengan pandan). Aturan visualnya dibangun dengan tangan: 9 lapisan tipis, warna bergantian, masing-masing dimasak terpisah. Ritual menyantapnya — mengupas lapis demi lapis ketimbang menggigit langsung — adalah tradisi rumah tangga Nyonya; struktur berlapis menjadi kenikmatan camilan, bukan sekadar dekorasi. Kuih (Melayu) dan kueh (Hokkien) sebenarnya setara; ejaan menunjukkan tradisi rumah tangga si juru masak.

Lainnya dari Malaysia