Cara membuat
- Sobek roti menjadi potongan kasar 4 cm. Ukurannya penting — terlalu kecil hidangan jadi lembek; terlalu besar tidak menyerap bumbu.
- Panaskan minyak di wajan besi cor lebar dengan api besar. Tambahkan daun kari; biarkan meletup-letup 10 detik.
- Tambahkan bawang bombay, bawang putih, jahe, dan cabai hijau; tumis 90 detik. Tambahkan wortel, kubis, dan bawang prei; aduk 2 menit — sayur harus melunak tetapi tetap renyah.
- Sisihkan ke satu sisi. Tuang telur kocok; biarkan mengeras 10 detik, lalu pecahkan dan orak-arik.
- Tambahkan dadu ayam matang (atau protein matang lainnya). Aduk untuk menyatukan. Tambahkan bubuk kari, saus cabai, kecap asin, dan garam. Aduk 60 detik.
- Tambahkan robekan roti. Sekarang teknik kottu: dengan dua spatula logam (atau pisau berat dan spatula), cincang dan aduk roti terus-menerus terhadap wajan logam selama 4 menit. Potongan akan menyusut saat digoreng, bumbu menyebar, dan mi sedikit gosong di beberapa bagian. Irama gemerincing inilah ciri khas kottu. Sajikan langsung dengan kari tambahan di samping.
Catatan budaya
Kottu roti adalah makanan jalanan paling perkusif di Sri Lanka — dentingan ritmis dua pisau logam mencincang roti di atas wajan logam adalah soundtrack pasar malam Sri Lanka di Colombo, Galle, dan Kandy. Hidangan ini konon ditemukan tahun 1970-an di Batticaloa sebagai cara memanfaatkan roti sisa. Tiap variasi punya preferensi: kottu keju (modern), kottu telur (paling tradisional), kottu ayam (paling populer), dan kottu Hawaii legendaris (dengan nanas) untuk yang berani. Hidangan ini memang dimaksudkan dibuat berisik — kottu yang sunyi menandakan juru masaknya tidak betul-betul mencincang.