Cara membuat
- Panaskan 1 sendok makan minyak mustard di wajan kecil. Goreng cabai merah kering 30 detik hingga jadi nyaris hitam. Hancurkan di lumpang dengan garam; ini melepaskan minyaknya.
- Panaskan sisa minyak mustard hingga baru berasap; ini menghancurkan bau menyengat mentahnya. Dinginkan sedikit.
- Tata kentang rebus yang dihancurkan di mangkuk lebar. Tambahkan campuran cabai-garam, minyak mustard yang sudah dipanaskan, bawang merah mentah, jahe, bawang putih, cabai hijau, daun ketumbar, dan air jeruk nipis.
- Lumatkan semua dengan tangan (lebih disukai); juru masak Bangladesh melakukan ini dengan jari telanjang di lumpang besar, kehangatan tangan mengikat rasa. Kentang harus tetap bertekstur; pure halus salah.
- Cicipi; harus agresif tajam minyak mustard, tajam bawang dan jahe mentah, dengan cabai goreng berasap memberi kehangatan dasar. Sesuaikan garam atau jeruk nipis.
- Tata di piring. Makan suhu ruang dengan nasi panas dan dal encer. Kentang adalah pengantar rasa; sesendok kecil di tiap suapan nasi. Makan Bangladesh tanpa bhorta dianggap tidak lengkap.
Catatan budaya
Bhorta adalah kategori Bangladesh: sayuran, ikan, bahkan telur bisa jadi bhorta, semua dilumatkan tangan dengan minyak mustard dan rempah. Aloo bhorta paling universal; begun bhorta (terong), kalo jeera bhorta, dan shutki bhorta variasi umum. Pelumatan tangan penting; melumatkan dengan garpu menghasilkan bhorta yang lebih encer dan kurang menarik. Minyak mustard adalah lemak pilihan Bengal; tanpa itu hidangan kehilangan identitasnya. Bhorta paling membedakan masakan Bangladesh dari Bengal India tetangga.