Taste·Asia

Shwe Yin Aye

ရွှေရင်အေး (Hshwe Yin Ay)

Minuman pencuci mulut kelapa Burma 'hati emas yang dingin' — butiran sagu, jeli kelapa, ketan, sirup gula aren, dan es serut dalam santan. Penyegar musim panas Burma dengan nama puitis.

Persiapan25 menit
Memasak5 menit
Porsi4
Tingkat kesulitanMudah
myanmaryangonshaved icecoconutdessert
Shwe Yin Aye

Cara membuat

  1. Buat sirup gula aren: campurkan gula aren, air, dan daun pandan di panci kecil. Rebus dengan api kecil 8 menit. Dinginkan. Buang pandan.
  2. Hangatkan santan dengan lembut bersama garam — jangan sampai mendidih. Dinginkan ke suhu ruang.
  3. Potong jeli kelapa agar-agar menjadi kubus 1 cm (atau gunakan kubus cincau hitam siap pakai).
  4. Untuk menyajikan: di setiap gelas tinggi, tata 2 sendok makan butiran tapioka, 2 sendok makan butiran sagu, 2 sendok makan kubus jeli kelapa, 1 sendok makan ketan manis, dan 4 kubus roti tawar.
  5. Tambahkan es serut yang berlimpah — hingga penuh. Siram 2 sendok makan sirup gula aren ke atas es. Tuang santan dingin hingga tiga perempat penuh.
  6. Sajikan segera dengan sendok panjang. Penikmat mengaduk semuanya bersama; kubus roti menyerap santan dan menjadi lembut. Kombinasi tekstur (sagu kenyal, jeli lembut, ketan, roti lembut) adalah arsitektur Burma.
Catatan budaya

Shwe yin aye — 'hati emas yang dingin' — adalah minuman pencuci mulut musim panas Yangon. Nama puitis ini mencerminkan tradisi Burma memberi nama sugestif pada hidangan (mirip nama hidangan puitis Tiongkok). Kubus roti tawar adalah sentuhan khas Burma — tidak ditemukan di pencuci mulut regional lain; mereka menyerap santan dan menjadi seperti puding. Hidangan ini berasal dari era kolonial Inggris; komponen roti adalah peninggalan dari pencuci mulut bergaya 'puding' sebelumnya. Penjual jalanan Yangon menjual shwe yin aye dari gerobak dorong berdinding kaca selama musim kering.

Lainnya dari Myanmar