Cara membuat
- Rebus ikan dalam 1 L kaldu selama 8 menit dengan api kecil. Angkat, buang tulang, suwir-suwir. Sisihkan kaldunya.
- Panaskan minyak di panci tebal. Tumis bawang bombay 8 menit hingga keemasan pucat. Masukkan jahe dan bawang putih; tumis 90 detik. Tambahkan kunyit dan bubuk cabai; aduk 60 detik.
- Masukkan suwiran ikan, ngapi, saus ikan, dan serai. Aduk hingga rata.
- Tuang kaldu ikan yang disisihkan dan sisa 1 L kaldu. Kocokkan tepung kacang arab sangrai dan tepung beras sedikit demi sedikit — keduanya mengentalkan kuah hingga mencapai kekentalan khas mohinga.
- Tambahkan irisan batang pisang. Rebus dengan api kecil 45 menit — kuah harus mengental seperti saus dan warnanya menjadi kuning kecokelatan pekat.
- Rebus bihun selama 4 menit; tiriskan ke dalam mangkuk dalam. Siram mohinga panas dengan murah hati. Beri taburan telur rebus belah dua, bawang putih goreng, jeruk nipis, daun ketumbar, cabai kering, dan gorengan kacang arab renyah. Setiap orang mengaduk sendiri di mangkuknya.
Catatan budaya
Mohinga adalah sarapan universal Burma — dijual dari gerobak pagi di setiap sudut Yangon, Mandalay, dan Bagan. Hidangan ini diangkat statusnya ketika Aung San Suu Kyi menyebutnya sebagai hidangan nasional Myanmar. Batang pisang adalah penanda khas Burma — unik dan tidak tergantikan untuk tekstur yang tepat. Setiap juru masak Burma punya rasio kesukaannya sendiri antara tepung kacang arab sangrai dan tepung beras; hidangan ini terus mengental seiring waktu. Penyajian pelengkap secara terpisah (telur, gorengan, jeruk nipis, daun-daunan) memungkinkan setiap orang menyusun mangkuknya sendiri.