Cara membuat
- Kocok tepung beras, gula, baking powder, dan garam dalam mangkuk besar. Di mangkuk terpisah, kocok kedua jenis susu, telur, dan mentega leleh.
- Tuangkan basah ke kering, kocok hingga halus. Adonan harus sedikit lebih kental daripada adonan pancake. Diamkan 10 menit agar tepung beras menyerap cairan.
- Siapkan kukusan lebar dengan air mendidih kuat. Olesi cetakan puto kecil Filipina (atau cetakan muffin atau silikon) dengan minyak netral.
- Tuangkan adonan ke setiap cetakan sampai sekitar tiga perempat penuh. Letakkan satu dadu keju di atas masing-masing, tekan ringan ke permukaan tapi jangan ditenggelamkan.
- Kukus dengan api besar selama 12–15 menit — tusuk gigi harus keluar bersih. Puto harus mengembang menjadi bentuk kubah, sedikit pecah di atas, dan keju harus meleleh.
- Tunggu 5 menit sebelum dikeluarkan dari cetakan. Keluarkan setiap puto dengan membalik dan menepuk. Sajikan hangat atau pada suhu ruang; tahan 3 hari di suhu ruang dalam wadah tertutup. Pasangkan dengan tsokolate panas untuk sarapan atau dengan hidangan gurih seperti dinuguan atau pancit untuk makan siang.
Catatan budaya
Puto ada di seantero Asia Tenggara — puto Filipina yang paling mendekati kubah putih kukus polos. Kebiasaan Filipina memasangkan puto dengan hidangan gurih (terutama dinuguan, semur darah babi) bersifat unik; kontras manis-asin keju kecil terhadap semur kaya inilah arsitekturnya. Penjual modern menjual puto dalam warna pastel dan rasa beragam (ube, pandan), tetapi yang putih-dengan-keju adalah versi asli. Puto-pao adalah istilah para penjual asongan dengan keranjang di kepala yang menjajakan kue dari pagi hingga sore.