Cara membuat
- Dalam mangkuk besar, gabungkan tepung, kelapa parut, bawang merah, cabai hijau, daun kari cincang, dan garam. Campuran harus terlihat seperti remah roti kasar.
- Tambahkan minyak dan air hangat secara bertahap, uleni dengan tangan selama 5 menit hingga adonan lembut, sedikit lengket, dan lentur. Sesuaikan dengan satu sendok makan air atau tepung tambahan bila perlu.
- Tutup dan istirahatkan 15 menit agar gluten santai.
- Bagi adonan menjadi 8 bola sama besar. Pipihkan masing-masing menjadi cakram, sekitar 12 cm dengan ketebalan 5 mm — pol roti Sri Lanka lebih tebal daripada roti India.
- Panaskan tawa datar atau wajan anti lengket dengan api sedang. Letakkan satu roti di wajan kering; masak 90 detik sampai permukaannya kering dan bagian bawah keemasan pucat.
- Balik; olesi atas dengan sedikit minyak. Masak 90 detik lagi. Tekan ringan dengan spatula — roti harus sedikit menggembung dari uap. Sebagian juru masak Sri Lanka menyelesaikan di atas api terbuka untuk bercak-bercak gosong. Tumpuk di bawah kain saat dibuat agar tetap hangat. Sajikan dengan sambol; santap dengan tangan dengan menyobek dan mencocol.
Catatan budaya
Pol roti adalah roti andalan Sri Lanka — camilan teh, sarapan, atau santapan cepat kapan saja. Kelapa segar di adonannya adalah yang membedakannya dari roti India atau Pakistan; tanpa kelapa, ia hanyalah roti pipih tebal. Hidangan ini punya versi Tamil dan Sinhala, dengan variasi kecil pada rasio kelapa-tepung. Penjual pol roti di terminal bus menjual satu roti dengan olesan katta sambol (sambol cabai-bawang merah) yang dibungkus koran; kombinasi itu adalah santapan cepat-dan-murah yang sempurna. Adonannya bisa dibekukan dengan baik dalam keadaan mentah.