Taste·Asia

Ping Pa

ປີ້ງປາ (Pīṅ Pā)

Ikan utuh panggang khas Laos: diisi serai, daun bawang, dan garam, digarami di sepanjang punggung, dipanggang arang sampai kulit gosong dan dagingnya tetap juicy. Klasik tepi Mekong.

Persiapan20 menit
Memasak30 menit
Porsi4
Tingkat kesulitanSedang
laosgrilled fishmekongcommunalcelebration
Ping Pa

Cara membuat

  1. Lap ikan hingga kering. Isi rongga dengan serai memar, daun bawang memar, bawang putih, dan jahe.
  2. Lumuri ikan di seluruh permukaan dengan garam kasar dan lada putih. Garam membentuk kerak di kulit saat dipanggang yang melindungi daging.
  3. Buat saus celup: kocok saus ikan, air jeruk nipis, gula aren (larutkan di 30 ml air hangat), bawang putih, dan cabai.
  4. Nyalakan panggangan arang; tradisi tepi Mekong memakai arang kayu untuk asapnya. Saat bara merah menyala tanpa nyala, tata ikan menyilang.
  5. Panggang 12 menit per sisi. Kulit harus gosong di beberapa titik dan kerak garam berderak. Tusuk dengan tusuk gigi di bagian paling tebal; sari harus jernih.
  6. Geser ikan ke papan kayu. Sajikan dengan saus celup, piring herba, daun selada, dan kertas nasi. Tiap orang mengambil ikan dengan sumpit, membungkus di daun selada atau kertas nasi dengan herba, dan mencelup ke saus. Dimakan komunal dengan ketan.
Catatan budaya

Ping pa adalah hidangan tepi sungai Laos: ikan ditangkap dari Mekong, digarami, diisi, dan dipanggang arang, dimakan dengan ketan dan herba. Hidangan ini universal di seluruh Laos tetapi paling lekat dengan kota-kota Mekong: Luang Prabang, Vientiane, Pakse. Hidangan ini juga makanan harian nenek Laos: bahan sederhana, makan komunal, tanpa repot. Membungkus ikan di selada atau kertas nasi dengan herba adalah pengaruh Vietnam Utara; versi Laos lama melewati pembungkus dan makan langsung dengan ketan.

Lainnya dari Laos