Cara membuat
- Di lumpang tanah liat atau kayu yang dalam (tinggi sempit untuk tam mak hoong, bukan lumpang kecil), tumbuk bawang putih dan cabai sebentar dengan alu sampai baru memar.
- Tambahkan gula aren, padaek, saus ikan, dan air jeruk nipis. Tumbuk dan aduk dengan alu dan sendok sampai gula larut jadi sirup kental.
- Tambahkan udang kering, kacang panjang, tomat ceri, dan (jika dipakai) terong mentah. Tumbuk kacang panjang ringan untuk memecah seratnya dan memarkan tomat.
- Tambahkan pepaya suwir dalam dua bagian. Tumbuk pelan dengan satu tangan sambil melipat dan mengangkat dengan sendok di tangan lain; ritmenya ketuk, lipat, ketuk, lipat. Jaga helai pepaya utuh.
- Cicipi sirup di dasar; harus mendarat agresif menyengat (dari padaek), asin, asam, dan cabai. Sesuaikan.
- Tata tinggi di piring, kerok tiap tetes sirup ke atasnya, dan sajikan langsung dengan ketan dan irisan kubis mentah.
Catatan budaya
Tam mak hoong adalah salad pepaya Laos: lebih tajam dan lebih menyengat dari som tam Thai karena padaek (saus ikan fermentasi Laos, pasta ikan fermentasi yang berisi, hampir seperti keju). Hidangan ini bermigrasi dari Laos ke Thailand timur laut, di mana ia jadi som tam Isan yang lebih bersih dan som tam Thai yang lebih bersih lagi. Juru masak rumah Laos menyesuaikan jumlah cabai dengan selera keluarga; tam anak-anak mungkin pakai 3 cabai, dewasa 12. Hidangan ini fondasi makan Laos; hampir setiap makan termasuk tam, dan banyak orang Laos menganggap makan tanpa itu tidak lengkap.