Cara membuat
- Buat nasi: lelehkan ghee dalam panci tebal di atas api sedang. Tambahkan kapulaga, kayu manis, dan cengkeh; masak 60 detik hingga harum. Tambahkan beras dan aduk 90 detik agar terbalut. Tuang kaldu ayam dengan saffron. Didihkan, kecilkan api hingga paling kecil, tutup, dan kukus 18 menit. Diamkan tertutup 10 menit lagi. Bulat-bulatkan butirannya.
- Lemaskan daun pisang di atas api hingga lentur. Potong menjadi persegi 25 cm.
- Letakkan satu lembar daun pisang yang sudah dilemaskan mendatar. Letakkan porsi nasi saffron yang murah hati di tengah. Susun di sekelilingnya: porsi-porsi kecil kari daging campur, eggplant moju, seeni sambol, 2 butir frikkadel, blachan, separuh telur rebus.
- Lipat daunnya menutupi isi membentuk bungkusan persegi panjang yang rapat — bawa dua sisi yang berlawanan ke atas, lalu dua sisi lainnya, sematkan dengan tusuk gigi atau tali dapur.
- Ulangi untuk keenam bungkus lamprais. Letakkan di nampan oven.
- Panggang di 180°C selama 25 menit — daunnya akan sedikit gosong dan isiannya panas serta menyerap aroma daun pisang. Buka di meja; bungkusan terbuka melepaskan aroma. Santap dengan tangan; lamprais adalah satu paket santapan lengkap.
Catatan budaya
Lamprais berasal dari komunitas Burgher Belanda Sri Lanka — keturunan penjajah Belanda yang menikah dengan warga lokal. Namanya dari kata Belanda 'lomprijst' (gumpalan nasi). Hidangan ini adalah tradisi makan siang Minggu di keluarga Burgher Belanda Colombo. Tiap komponen adalah preparasi tersendiri; membuat lamprais dari awal adalah proyek setengah hari, itulah sebabnya kebanyakan juru masak rumahan menyiapkan komponennya selama beberapa hari dan merakitnya pada hari Minggu.