Cara membuat
- Masak nasi: cuci dua kali; masak dengan 1,5 cangkir air per cangkir beras, tutup, 18 menit. Diamkan 10 menit.
- Masak dal: didihkan lentil yang sudah dicuci dalam 1,2 L air dengan kunyit dan garam. Buang busanya. Kecilkan api; tutup separuh dan masak 25 menit hingga lentil pecah jadi konsistensi bubur.
- Buat tarkari (kari sayur): panaskan 1 sendok makan ghee di wajan lebar. Tambahkan separuh biji jintan; pecahkan. Masukkan bawang bombay dadu; tumis 5 menit. Tambahkan separuh jahe-bawang putih dan cabai; tumis 60 detik. Masukkan sayuran pilihan, tomat, dan masala Nepal. Masak tertutup 12 menit hingga sayuran empuk. Bumbui.
- Tumisan tarka untuk dal: panaskan sisa 1 sendok makan ghee di wajan kecil. Pecahkan sisa jintan dan biji fenugreek. Tambahkan daun kari, sisa jahe-bawang putih, dan cabai belah. Tuang ke dal yang sudah matang. Aduk.
- Penyajian: tata nasi di tengah piring lebar. Sendok dal ke mangkuk kecil di sebelahnya. Sendok tarkari di sebelah dal. Tambahkan sedikit gundruk atau acar.
- Makan dengan tangan kanan menurut tradisi Nepal: gabungkan nasi dengan sesendok dal, sepotong tarkari, dan olesan acar di tiap suapan. Dal bhat adalah hidangan berlapis-lapis rasa; pepatah Nepal berbunyi 'dal bhat power, 24 hour' karena hidangan ini memang menyalakan tenaga untuk kerja fisik berat.
Catatan budaya
Dal bhat adalah hidangan nasional Nepal, dimakan dua kali sehari oleh puluhan juta orang, oleh pendaki gunung di jalur trekking, dan di restoran kelas atas Kathmandu sekalipun. Tradisi piring thali logam bundar dengan nasi, dal, sayur, acar, dan yogurt yang terpisah-pisah bersifat universal di kawasan bukit dan Terai. Tiap komponen bervariasi menurut musim, daerah, kasta, dan rumah tangga. Versi Newari (penduduk asli Lembah Kathmandu), Bahun-Chhetri (kasta tinggi pegunungan), dan Magar/Gurung (etnis bukit barat) berbeda halus. Salam Nepal yang paling universal saat jam makan adalah 'khaja khaisyo?' yang berarti 'sudah makan?'.