Cara membuat
- Rendam kue beras dalam air hangat selama 15 menit — harus cukup lunak untuk lentur tetapi tidak patah. Tiriskan.
- Dalam wajan dangkal lebar atau wok, campur kaldu ikan teri, gochujang, gochugaru, kecap asin, gula, dan bawang putih. Kocok hingga gochujang larut ke dalam kuah dan warnanya berubah merah bata.
- Didihkan di atas api sedang-besar. Masukkan bawang bombay dan kue beras. Aduk sering agar kue beras tidak menempel ke dasar.
- Setelah 8 menit kuah akan menyusut setengah dan lebih mengilap. Tambahkan irisan kue ikan dan telur rebus.
- Masak 5–7 menit lagi — kue beras harus lunak dan kenyal (tidak liat), saus cukup kental untuk melapisi punggung sendok. Jika terlalu kental, tambahkan sedikit kaldu; jika terlalu encer, rebus lebih lama tanpa tutup.
- Matikan api, tetesi minyak wijen dan tambahkan potongan daun bawang. Taburi biji wijen. Sajikan langsung dari wajan ke mangkuk dalam — tteokbokki harus disantap panas, dengan setiap kue beras sedikit memanjang saat digigit.
Common questions
Can Tteokbokki be made ahead?
Tteokbokki is best made and eaten the same day, but the components can be prepped earlier — chop and measure the ingredients up to a day ahead, refrigerated separately. Final cooking takes about 20 minutes.
How spicy is Tteokbokki?
As written this recipe is medium-to-hot. Heat levels vary by cook and region in South Korea; halve the chili or remove the seeds for less heat, or add more at the finishing stage. The spice can be adjusted during cooking.
Is Tteokbokki vegetarian or gluten-free?
This recipe is suitable for most diets. If you have specific restrictions, the substitutions section in each ingredient note covers the most common swaps.
How hard is Tteokbokki to make at home?
Tteokbokki is approachable for a home cook with basic stove skills — total time about 35 minutes, no special technique required.
Can Tteokbokki be scaled up or down?
This recipe is written for 4 servings. To scale, multiply each ingredient proportionally; the cooking times stay the same up to about double the volume. Beyond that, expect to cook in batches because of pan size and heat distribution.
Catatan budaya
Tteokbokki memiliki akar era Joseon sebagai gungjung tteokbokki — hidangan berbasis kecap asin tanpa cabai. Versi modern berwarna merah pedas jalanan muncul pada tahun 1953 ketika seorang pemilik restoran di Seoul tidak sengaja menjatuhkan kue beras ke dalam campuran pasta kacang hitam; eksperimennya membawa pada versi gochujang yang mengambil alih. Anak-anak sekolah dan gerobak 떡볶이 adalah pasangan dasar memori masa muda Korea. Variasinya tak terbatas: rabokki (dengan mi ramen), tteokbokki keju (dengan mozzarella), gungjung tteokbokki (versi istana berbasis kecap asin yang sedang mengalami kebangkitan kuliner).