Cara membuat
- Buat kaldu: campurkan tulang sapi, potongan has dalam sapi, jahe, dan air. Rebus dengan api kecil 2 jam. Saring. Bumbui dengan kecap asin dan merica.
- Iris semua komponen: daging sapi, ikan, kue ikan, jamur, lobak, wortel. Tradisi istana Korea menekankan potongan yang presisi dan dekoratif.
- Siapkan tungku sinseollo (panci logam tinggi dengan cerobong tengah untuk arang). Nyalakan arang; pasangkan ke cerobong. Panci memanas dari tengah.
- Tata bahan dalam lingkaran konsentris mengelilingi cerobong tengah: daging sapi dan ikan di tengah, lalu jamur, lalu lobak-dan-wortel, dan seterusnya ke luar. Susunannya adalah ciri visual hidangan ini.
- Tuang kaldu panas mengelilingi susunan hingga hampir terendam. Didihkan dengan api kecil di meja makan.
- Beri taburan telur puyuh, kurma jujube, kacang pinus, dan daun bawang. Penyantap mengambil sendiri dari panci yang mendidih, mengambil potongan daging, jamur, dan sayur ke mangkuk mereka.
Catatan budaya
Sinseollo adalah salah satu hidangan paling rumit dari istana kerajaan dinasti Joseon — panci gaya tungku memiliki cerobong tengah untuk arang yang memanaskan panci dari dalam. Namanya berarti 'tungku para dewa'. Hidangan ini ditujukan untuk raja dan pejabat tinggi; penataan presisi bahan-bahan di dalam panci adalah bentuk seni istana. Hidangan ini ada di kedua Korea sekarang; restoran Korea Utara di Pyongyang menyajikan sinseollo sebagai masakan istana mewah, dan restoran khas Korea Selatan melakukan hal yang sama.