Cara membuat
- Buat kaldu: rebus tulang sapi; campurkan dengan air, sandung lamur, jahe yang dimemarkan, bawang putih, dan 5 batang daun bawang. Rebus 2,5 jam.
- Angkat sandung lamur; iris tipis melawan serat. Saring kaldu.
- Bumbui kaldu dengan kecap asin, garam, dan merica putih. Kaldu harus sangat berdaging tetapi ringan — bukan jenis yang gelap dan berat.
- Rebus mi naengmyeon selama 3 menit; tiriskan.
- Tata komponen di atas piring kuningan atau keramik lebar (jaengban berarti 'piring'): irisan daging sapi yang sudah matang di satu bagian, jamur di bagian lain, kubis dan lobak yang dicelup air panas di bagian ketiga, dan mi di tengah.
- Tuang kaldu panas mengelilingi isi piring. Tambahkan potongan daun bawang. Bawa ke meja makan di atas kompor portabel; piring tetap panas. Penyantap mengambil komponen dari piring ke mangkuk mereka dan mencelupkannya di kuah.
Common questions
Can Eobok-jaengban be made ahead?
Eobok-jaengban is best made and eaten the same day, but the components can be prepped earlier — chop and measure the ingredients up to a day ahead, refrigerated separately. Final cooking takes about 180 minutes.
Is Eobok-jaengban spicy?
Eobok-jaengban as written is mild to mildly warming — the heat comes from aromatics rather than chili. Add fresh sliced chili or chili oil at the end if you'd like to push it spicier.
Is Eobok-jaengban vegetarian or gluten-free?
This recipe is suitable for most diets. If you have specific restrictions, the substitutions section in each ingredient note covers the most common swaps.
How hard is Eobok-jaengban to make at home?
Eobok-jaengban is more demanding — total time around 225 minutes plus marinating/resting where noted. Specific technique (knife work, wok hei, fermentation) makes the difference between a passable result and the real thing.
Can Eobok-jaengban be scaled up or down?
This recipe is written for 4 servings. To scale, multiply each ingredient proportionally; the cooking times stay the same up to about double the volume. Beyond that, expect to cook in batches because of pan size and heat distribution.
Catatan budaya
Eobok-jaengban berasal dari istana kerajaan Pyongyang — kadang disebut 'piring perjamuan kuil Pyongyang'. Hidangan ini diasosiasikan dengan masakan perjamuan Korea Utara dan merupakan hidangan utama di acara makan keluarga yang signifikan. Restoran Korea Selatan modern menyajikan eobok-jaengban sebagai hidangan khas mewah; piring dan tekniknya bertahan dari pemisahan dan kini disantap di kedua Korea. Piring kuningan berfungsi: mempertahankan panas dan tampak dramatis di meja.