Cara membuat
- Kocok telur di mangkuk lebar. Kocok dengan gula aren, krim santan, garam, dan vanila.
- Saring lewat saringan halus ke mangkuk tahan panas atau 4 ramekin kecil. Tambahkan daun pandan ke mangkuk (atau bagi ke ramekin); mereka meresap selama dikukus.
- Siapkan kukusan dengan air mendidih kuat. Tata mangkuk di rak kukusan. Tutup atasnya dengan foil yang dilubangi beberapa titik; ini mencegah kondensasi menetes balik ke custard.
- Kukus dengan api kecil-sedang (didihkan kuat membuat custard berlubang) selama 25–30 menit; tusuk gigi yang ditusukkan ke custard harus keluar bersih.
- Dinginkan ke suhu ruang; custard makin padat saat dingin. Buang daun pandan.
- Sajikan suhu ruang atau dingin di kulkas. Custard bisa dimakan sendiri dengan sendok, atau dipasangkan dengan ketan untuk versi sarapan Laos (sangkhaya kha rice).
Common questions
Can Sangkhaya be made ahead?
Sangkhaya is best made and eaten the same day, but the components can be prepped earlier — chop and measure the ingredients up to a day ahead, refrigerated separately. Final cooking takes about 30 minutes.
Is Sangkhaya spicy?
Sangkhaya as written is mild to mildly warming — the heat comes from aromatics rather than chili. Add fresh sliced chili or chili oil at the end if you'd like to push it spicier.
Is Sangkhaya vegetarian or gluten-free?
This recipe is suitable for most diets. If you have specific restrictions, the substitutions section in each ingredient note covers the most common swaps.
How hard is Sangkhaya to make at home?
Sangkhaya is approachable for a home cook with basic stove skills — total time about 40 minutes, no special technique required.
Can Sangkhaya be scaled up or down?
This recipe is written for 4 servings. To scale, multiply each ingredient proportionally; the cooking times stay the same up to about double the volume. Beyond that, expect to cook in batches because of pan size and heat distribution.
Catatan budaya
Sangkhaya adalah custard telur-kelapa Laos; hidangan yang sama ada di Kamboja (sangkhya), Thailand (sangkaya), dan Indonesia (seri kaya), semua berbagi akar yang sama. Versi Laos lebih lembut, kurang agresif manis daripada versi Indonesia, dan memakai pandan alih-alih kapulaga Kamboja. Hidangan ini makanan sarapan ketika dipasangkan dengan ketan (nasi dicelup ke custard) dan pencuci mulut ketika dimakan sendiri. Upacara kuil Laos kadang menyertakan sangkhaya sebagai bagian persembahan makanan.