Cara membuat
- Panaskan 4 sendok makan minyak dalam wok hingga 170°C. Goreng korek api tempe dalam dua kelompok masing-masing 5 menit hingga keemasan tua dan renyah di tepinya. Angkat ke rak.
- Dalam minyak yang sama, goreng kacang tanah mentah selama 90 detik hingga mulai keemasan. Angkat — terus berwarna lepas dari panas.
- Tuang sebagian besar minyak, sisakan 2 sendok makan. Tumis irisan bawang merah dan bawang putih di atas api sedang selama 4 menit hingga keemasan tua — jangan gosong; cepat pahit.
- Tambahkan cabai merah segar, cabai rawit, serai, lengkuas, dan daun jeruk yang dirobek. Aduk 60 detik hingga dapur dipenuhi aroma jeruk-pinus dari rempah aromatik.
- Kocok gula merah dan asam jawa dengan 60 ml air panas hingga larut. Tambahkan ke wok bersama kecap manis. Aduk selama 90 detik — saus harus menyusut menjadi sirup mengilap lengket.
- Kembalikan tempe goreng dan kacang tanah ke wok. Aduk kuat selama 60 detik hingga setiap potong terlapis. Hidangan harus mengilap, tidak bergenang saus. Sajikan pada suhu ruang dengan nasi panas. Tahan 4 hari di kulkas dan menjadi lebih enak.
Catatan budaya
Tempe adalah kontribusi Indonesia paling khas untuk pantri global — kue kedelai fermentasi dengan karakter berdaging, beraroma bumi yang baru mulai diapresiasi dunia pada 2010-an. Sambal goreng tempe adalah hidangan tempe yang paling sering dimasak di Jawa; keseimbangan manis-pedas-lengket adalah ciri masakan Jawa, sama-sama ditemukan dalam sambal goreng kentang dan sambal goreng ati (hati). Hidangan ini adalah komponen kotak makan siang yang sempurna — disantap dingin atau hangat, tahan berhari-hari, dan menambahkan protein dan panas cabai pada piring nasi polos dan sayur.