Cara membuat
- Marinasi ayam dalam kecap manis, bawang putih, bawang merah, ketumbar, jintan, minyak, dan garam selama minimal 30 menit, idealnya 2 jam.
- Buat saus kacang: sangrai bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit dalam 2 sendok makan minyak selama 5 menit hingga lunak. Blender dengan kacang tanah, gula merah, kecap manis, asam jawa, dan air menjadi saus kental cokelat.
- Tuang saus blender ke dalam panci. Rebus 8 menit sambil diaduk hingga warnanya pekat dan minyak mulai naik ke permukaan. Saus harus melapisi punggung sendok — encerkan dengan air bila terlalu kental. Sesuaikan dengan gula merah atau asam jawa untuk menyeimbangkan.
- Tusuk ayam yang sudah dimarinasi ke tusuk yang sudah direndam — sekitar 4 dadu per tusuk, padat sehingga saling bersentuhan. Sisihkan sisa marinasi untuk olesan.
- Panggang di atas arang panas (atau wajan beralur sangat panas) selama 2.5 menit per sisi, oleskan dengan sisa marinasi. Kecap manis akan berkaramelisasi dan permukaan menjadi mahoni pekat; tepinya harus hangus berkapasitas.
- Tumpuk sate di piring. Sajikan dengan saus kacang dalam mangkuk terpisah bersama lontong atau nasi panas, irisan bawang merah mentah, dan irisan mentimun. Beberapa penyantap menuangkan saus kacang langsung di atas sate; yang lain mencelupkan setiap potongan.
Catatan budaya
Sate ayam paling identik dengan Madura, pulau di sebelah timur Jawa tempat hidangan ini menjadi merek ekspor nasional — penjual sate Madura ditemukan di setiap kota Indonesia dan di seluruh diaspora. Rasio saus kacang berbeda: Madura menggunakan lebih banyak gula merah; Surabaya bersandar pada keasaman asam jawa; Padang menggiling kerisik (kelapa sangrai) ke dalamnya. Tanda khas penjual adalah kipas bambu panjang yang mereka gunakan untuk membantu arang — bunyi 'wuh-wuh' adalah soundtrack gerobak sate yang bekerja.