Cara membuat
- Tuang air mendidih ke fillet makarel di saringan selama sepuluh detik kulit akan mengencang. Ini menstabilkan daging dan menghilangkan bau amis permukaan. Tepuk kering.
- Campur air, sake dan jahe iris dalam wajan lebar. Didihkan lembut dengan api sedang. Taruh fillet kulit menghadap atas; cairan harus mencapai setengah ikan.
- Tutup dengan drop-lid (potongan kertas perkamen seukuran wajan, dengan lubang tengah, langsung di atas ikan) ini menjaga fillet terendam tanpa sirkulasi yang memecahkannya. Rebus lima menit.
- Kocok kedua miso dengan gula, mirin dan kecap dalam mangkuk kecil sampai halus. Sendokkan 4 sendok makan cairan rebus panas ke mangkuk, kocok, lalu kembalikan campuran ke wajan. Jangan masukkan miso langsung ke wajan panas akan gosong.
- Tutup ulang dengan drop-lid. Rebus sepuluh menit lagi, sirami ikan dengan saus tiap dua menit dengan memiringkan wajan. Saus harus menyusut menjadi glasir sirup mengilap; daging harus berubah dari merah muda mutiara menjadi putih opak.
- Angkat tiap fillet ke piring. Sendokkan glasir di atasnya dengan murah hati. Beri jahe julienne dan daun bawang. Sajikan dengan nasi butir pendek panas dan piring kecil acar jangan dengan roti, yang menutupi hidangan.
Catatan budaya
Saba no misoni adalah masakan rumahan Jepang sehari-hari saba (makarel) adalah ikan berlemak termurah di pasar, dan miso mengubah rasa kuatnya menjadi keutamaan. Hampir setiap rumah tangga Jepang punya rasio merah ke putih miso sendiri untuk hidangan ini; di Jepang utara merah dominan, di Kyoto putih. Drop-lid (otoshibuta) adalah salah satu inovasi memasak Jepang yang tenang ia melakukan apa yang tidak bisa dilakukan tutup panci atau memasak terbuka.