Cara membuat
- Cokelatkan daging sapi giling dalam 1 sendok teh minyak dengan separuh bawang merah dan separuh bawang putih selama 4 menit. Tiriskan kelebihan lemak. Dinginkan.
- Campur kentang tumbuk dengan daging matang, sisa bawang merah dan bawang putih, daun bawang, daun seledri, merica putih, pala, garam, dan satu kuning telur. Aduk merata dengan tangan.
- Bentuk menjadi patty oval sekitar panjang 6 cm, lebar 3 cm, dan tebal 2 cm. Bentuk adalah ciri khas perkedel — bukan cakram pipih.
- Kocok telur kedua yang utuh dalam mangkuk dangkal. Panaskan 2 cm minyak dalam wajan lebar hingga 170°C.
- Celupkan setiap patty dalam telur kocok, biarkan kelebihan menetes. Turunkan hati-hati ke minyak panas. Goreng bertahap tanpa berdesakan — biasanya 4 sekaligus.
- Goreng 3 menit per sisi hingga keemasan tua dan renyah. Lapisan telur akan mengeras menjadi kerak amber tipis. Tiriskan di rak. Tutup setiap perkedel dengan tumpukan kecil bawang goreng. Sajikan sebagai lauk dengan nasi dan kari — perkedel adalah pendamping gaya banchan, bukan hidangan utama.
Catatan budaya
Perkedel adalah kata pinjaman Belanda (frikadel) — hidangan ini dibawa oleh penjajah Belanda dan diadaptasi oleh juru masak Indonesia yang mengganti aslinya yang berat daging Eropa dengan rasio kentang-dan-daging yang sesuai dengan ekonomi lokal. Kini menjadi tetap Indonesia, disajikan bersama soto, gado-gado, dan piring nasi. Penggorengan berlapis telur memberi eksterior emas mengilap khas; tanpanya, patty tercokelat tidak rata. Perkedel adalah lauk yang jarang menjadi bintang tetapi selalu hadir.