Cara membuat
- Panaskan minyak di panci tebal dengan api sedang-besar. Tambahkan bawang bombay dan tumis satu menit sampai bening. Tambahkan daging sapi dan pecahkan sear sampai hilang merah mudanya, sekitar sembilan puluh detik.
- Tambahkan kentang dan wortel. Tumis satu menit lagi untuk melapisi dengan minyak daging permukaannya harus mengkilap. Langkah ini mencegah sayur pecah nantinya.
- Tuang dashi dan didihkan. Buang busa (aku) yang naik dalam dua menit pertama ini langkah yang dianggap esensial juru masak Jepang untuk rasa bersih.
- Tambahkan sake, mirin, gula dan krusial, hanya setengah kecap. Tutup dengan drop-lid (perkamen seukuran wajan, langsung di atas isi) dan rebus 15 menit dengan api sedang-kecil.
- Tambahkan sisa kecap dan shirataki. Rebus 8-10 menit lagi sampai kentang mudah ditusuk tapi masih utuh dan cairan menyusut sekitar sepertiga sedikit kental di dasar.
- Setelah api dimatikan, istirahatkan 10 menit tertutup rasa meresap saat hidangan mendingin. Tata dengan kuah disendokkan mengelilingi isi, taburi kacang polong blansir di atas. Sajikan hangat dengan nasi; nikujaga lebih enak hari berikutnya.
Catatan budaya
Nikujaga adalah folklor dalam masakan rumahan Jepang hidangan yang secara tradisional diminta anak muda kepada perempuan yang dipacarinya untuk dibuat, hidangan yang membuktikan pasangan baru bisa mengelola rumah tangga. Asalnya angkatan laut: Laksamana Togo Heihachiro konon meminta juru masaknya membuat ulang stew daging sapi yang dia makan saat menjadi taruna di Inggris, dan mereka membuat versi dashi-kecap ini. Drop-lid (otoshibuta) adalah teknik yang membedakan nikujaga yang empuk dan rasanya merata dari hidangan kekhawatiran penonton panci.