Cara membuat
- Saring doenjang melalui saringan halus ke dalam kaldu — menekan pasta lewat saringan menghilangkan butiran kedelai dan memberi semur tekstur lebih halus. (Anda dapat melewati langkah ini, tetapi teksturnya lebih kasar.)
- Didihkan kaldu doenjang dalam panci tanah liat atau panci. Tambahkan gochujang, gochugaru, dan bawang putih cincang; kocok hingga tercampur. Warnanya harus oranye-cokelat hangat.
- Tambahkan kentang potong dadu. Rebus 6 menit hingga hampir empuk — kentang paling lama matang, jadi masuk lebih dulu.
- Tambahkan zukini, bawang bombay, dan shiitake. Rebus 6 menit lagi hingga sayuran empuk tetapi masih bertahan bentuknya.
- Tambahkan dadu tahu dan kerang (atau udang). Masak 4 menit hingga kerang membuka dan tahu hangat menyeluruh. Cicipi; sesuaikan dengan kecap asin sup bila perlu — doenjang bervariasi tingkat keasinannya.
- Matikan api, taburi irisan daun bawang dan cabai hijau. Sajikan langsung dalam panci. Sendokkan ke nasi; rasa doenjang melembut indah saat diaduk dengan nasi panas.
Catatan budaya
Doenjang adalah pasta kedelai fermentasi Korea — berbeda dari miso Jepang dalam proses dan profil rasa. Doenjang tradisional difermentasi setidaknya 6 bulan dalam panci tanah onggi, sering di luar ruangan, mengembangkan kedalaman funky yang dalam. Doenjang jjigae adalah yang paling tenang dari semur Korea — kurang agresif daripada kimchi jjigae, lebih halus daripada sundubu. Ini adalah sup rumah harian, dibuat berbeda di setiap rumah tangga. Doenjang jjigae dari nenek Korea adalah sentuhan nostalgia; doenjang komersial dalam wadah dapat diterima tetapi tidak membawa kedalaman yang sama dengan buatan rumah.