Taste·Asia

Chai Tow Kway

菜頭粿 (Cài Tóu Guǒ)

'Carrot cake' Singapura — dadu lobak dan tepung beras digoreng wajan dengan telur, bawang putih, chai poh (lobak kering manis), dan finishing bening (putih) atau kecap manis (hitam). Sarapan andalan kios penjaja.

Persiapan30 menit
Memasak20 menit
Porsi4
Tingkat kesulitanSedang
singaporeteochewhawkerradish cakebreakfast
Chai Tow Kway

Cara membuat

  1. Peras lobak parut kuat-kuat dalam kain bersih — peras sampai tetes terakhir. Tumis dengan 1 sendok makan lemak babi hingga lunak, 4 menit.
  2. Kocok tepung beras, tepung tapioka, garam, lada putih, dan air menjadi larutan halus. Tuang ke wajan bersama lobak. Aduk terus dengan api sedang selama 8 menit; campuran akan mengental jadi pasta padat seperti polenta.
  3. Tekan campuran ke dalam loyang persegi 22 cm yang sudah dilumuri minyak. Kukus 30 menit — kue harus mengeras dan agak transparan. Dinginkan sepenuhnya (esensial — kue lobak hangat akan lengket). Potong dadu 2 cm.
  4. Panaskan 2 sendok makan lemak babi dalam wajan dengan api besar. Masukkan dadu kue lobak dan goreng wajan, sebagian besar dibiarkan saja, selama 5 menit — bagian bawah harus renyah keemasan tua. Aduk sesekali agar beberapa sisi ikut renyah.
  5. Tambahkan chai poh cincang (kedua jenis) dan bawang putih cincang. Aduk 60 detik. Untuk versi HITAM, tambahkan kecap manis dan kecap asin; aduk kuat selama 90 detik — dadu berubah cokelat keemasan tua dan agak lengket. Untuk versi PUTIH, lewati kecap manis.
  6. Pecahkan telur ke wajan. Biarkan mengeras 10 detik, lalu pecahkan dan orak-arik di antara dadu. Tambahkan tauge dan daun bawang di 30 detik terakhir. Sajikan. Hidangkan dengan sesendok kecil sambal di samping. Santap cepat — dadu berubah dari renyah ke lembek dalam 10 menit.
Catatan budaya

'Carrot cake' Singapura terkenal bukan kue dan tidak dibuat dari wortel. Nama Inggrisnya berasal dari terjemahan harfiah Cina 菜頭 (chai tow), yang dalam bahasa sehari-hari merujuk pada lobak putih yang dipakai. Tradisi Tionghoa Teochew menghasilkan baik versi putih (bening, lebih ringan) maupun versi hitam (dengan kecap manis, lebih manis dan lengket); warga lokal punya preferensi kuat dan kios biasanya menawarkan keduanya. Hidangan ini adalah sarapan penjaja dan makanan larut malam — chai tow kway pukul 2 pagi setelah malam keluar adalah tradisi Singapura.

Lainnya dari Singapura