Cara membuat
- Kocok jahe parut, kecap, mirin, sake dan gula dalam mangkuk. Tambahkan irisan babi, pisahkan dengan sumpit agar tiap potongan terlapisi. Marinasi hanya lima menit lebih lama akan mengeraskan babi tipis.
- Panaskan minyak di wajan lebar dengan api sedang-besar sampai berkilau. Masukkan bawang bombay dan tumis satu menit sampai bening dan tepinya kecokelatan.
- Angkat babi dari marinasi (sisihkan cairannya) dan tambahkan ke wajan dalam satu lapisan. Sear sembilan puluh detik tanpa diganggu bagian bawahnya harus kecokelatan.
- Balik dan masak 30 detik lagi. Tuang marinasi yang disisihkan. Akan berdesis dan menyusut cepat.
- Aduk semua dalam glasir mendidih selama 60 detik sampai saus mengental melapisi tiap iris dan wajan hampir kering. Awasi cepat berubah dari mengilap ke gosong.
- Tata setumpuk kol dingin es di tiap piring, geser babi di sebelahnya, dan sajikan dengan nasi panas di samping. Kol dingin melawan babi panas berlapis adalah argumen tekstur untuk hidangan ini.
Common questions
Can Buta no Shogayaki be made ahead?
Buta no Shogayaki is best made and eaten the same day, but the components can be prepped earlier — chop and measure the ingredients up to a day ahead, refrigerated separately. Final cooking takes about 8 minutes.
Is Buta no Shogayaki spicy?
Buta no Shogayaki as written is mild to mildly warming — the heat comes from aromatics rather than chili. Add fresh sliced chili or chili oil at the end if you'd like to push it spicier.
Is Buta no Shogayaki vegetarian or gluten-free?
This recipe is suitable for most diets. If you have specific restrictions, the substitutions section in each ingredient note covers the most common swaps.
How hard is Buta no Shogayaki to make at home?
Buta no Shogayaki is approachable for a home cook with basic stove skills — total time about 18 minutes, no special technique required.
Can Buta no Shogayaki be scaled up or down?
This recipe is written for 2 servings. To scale, multiply each ingredient proportionally; the cooking times stay the same up to about double the volume. Beyond that, expect to cook in batches because of pan size and heat distribution.
Catatan budaya
Buta no shogayaki adalah makan siang kissaten (kedai kopi gaya lama) dan shokudo (kantin) hidangan yang mendefinisikan makan kelas pekerja Jepang era Showa. Serutan kol tidak bisa ditawar: ia memotong glasir kaya dan mencerminkan logika padanan yang sama dengan tonkatsu. Setiap rumah tangga Jepang punya rasio sedikit berbeda; ada yang memarut jahe sangat halus sampai larut ke saus, ada yang membiarkannya bertekstur. Jahe parut tangan adalah penanda juru masak yang teliti tabung jahe parut siap pakai tidak sama.