Cara membuat
- Tiriskan dal yang sudah direndam. Giling jadi pasta kasar dengan jahe, bawang putih, dan sedikit air; tekstur harus agak berbutir, tidak halus sempurna.
- Aduk dengan cabai, timur halus, jintan bubuk, ketumbar bubuk, garam, bawang bombay cincang, dan daun ketumbar. Adonan harus kental seperti pasir basah; kalau terlalu kental tambah air, kalau terlalu encer diamkan 15 menit untuk penyerapan air.
- Panaskan 2 sendok makan minyak di wajan anti lengket lebar di atas api sedang. Tuang sekitar 6 sendok makan adonan ke wajan dan ratakan jadi bulatan 18 cm, sedikit lebih tebal dari pancake.
- Tutup wajan 4 menit; dasarnya harus padat dan keemasan, permukaan harus sedikit kering.
- Untuk bara polos: balik dan masak 3 menit lagi sambil diolesi minyak. Untuk variasi topping telur: pecahkan telur langsung di atas bara, kocok kuningnya dengan garpu pelan-pelan. Tutup 2 menit hingga telur padat.
- Geser ke piring. Sajikan panas dengan achar, chutney mint, atau sendiri saja. Juru masak rumah Newari sering menambahkan daging cincang di atas bara (disebut jvolaa bara) sebelum membalik. Makan dengan tangan dengan merobek bagian-bagian.
Catatan budaya
Bara adalah salah satu makanan jalanan Newari paling penting; dijual dari toko khusus kecil di Kathmandu lama dan Patan, biasanya buka dari pagi sampai sore. Hidangan ini sarapan, brunch, dan camilan sore. Versi topping telur lebih umum di restoran; juru masak rumah sering membuat bara polos dengan isian daging cincang atau sayur. Bara muncul mencolok di samay baji, piring perjamuan upacara Newari. Teksturnya seperti kue, bukan seperti pancake; bara lebih bersubstansi dibanding dosa biasa atau pancake tepung kacang.