Cara membuat
- Rebus kacang tunggak di air bergaram hingga empuk, sekitar 25 menit. Tiriskan, sisihkan 200 ml air rebusan.
- Panaskan minyak mustard di panci tebal hingga baru berasap; ini menghancurkan bau menyengat mentahnya. Dinginkan sedikit.
- Masukkan jimbu, biji fenugreek, dan biji jintan. Akan menggelegak dan harum.
- Masukkan bawang bombay dadu; tumis 5 menit hingga lunak. Tambahkan jahe, bawang putih, cabai; tumis 60 detik.
- Masukkan rempah bubuk (kunyit, ketumbar, jintan, timur). Aduk 60 detik. Tambahkan tomat wedge; masak 4 menit hingga lunak.
- Tambahkan rebung fermentasi, kentang potong, kacang tunggak yang sudah matang, dan air rebusan kacang plus 200 ml air. Tambahkan garam. Rebus tertutup 25 menit hingga kentang empuk. Hiasi dengan daun ketumbar. Sajikan di atas nasi atau dengan chapati. Aloo tama lebih enak setelah didiamkan semalam.
Common questions
Can Aloo Tama be made ahead?
Aloo Tama is best made and eaten the same day, but the components can be prepped earlier — chop and measure the ingredients up to a day ahead, refrigerated separately. Final cooking takes about 45 minutes.
Is Aloo Tama spicy?
Aloo Tama as written is mild to mildly warming — the heat comes from aromatics rather than chili. Add fresh sliced chili or chili oil at the end if you'd like to push it spicier.
Is Aloo Tama vegetarian or gluten-free?
Aloo Tama is suitable for vegetarian (and vegan if dairy is omitted) diets.
How hard is Aloo Tama to make at home?
Aloo Tama is approachable for a home cook with basic stove skills — total time about 60 minutes, no special technique required.
Can Aloo Tama be scaled up or down?
This recipe is written for 4 servings. To scale, multiply each ingredient proportionally; the cooking times stay the same up to about double the volume. Beyond that, expect to cook in batches because of pan size and heat distribution.
Catatan budaya
Aloo tama adalah kari Nepal sejati; rebung fermentasi (tama) adalah bahan dapur pokok Nepal, dibuat dengan fermentasi laktat rebung muda dalam garam. Rasanya jelas asam-funky-gurih, sangat berbeda dari rebung segar. Jimbu (Allium hypsistum), herba Himalaya kerabat bawang, adalah tanda khas regional; tumbuh liar di ketinggian dan dipanen untuk dapur. Hidangan ini paling lekat dengan komunitas pegunungan Magar dan Gurung, tetapi kini dimakan di seluruh Nepal. Trinitas rebung fermentasi, jimbu, dan timur yang membuat kari Nepal khas Nepal.