Cara membuat
- Didihkan air dengan ayam. Buang busa selama 15 menit. Turunkan ke api kecil.
- Blender kunyit, jahe, lengkuas, bawang putih, bawang merah, dan kemiri menjadi pasta halus dengan sedikit air. Inilah bumbu kuning — basis rempah kuning.
- Panaskan 3 sendok makan minyak dalam wajan kecil. Goreng bumbu kuning dengan ketumbar dan jintan selama 5 menit hingga harum dan warnanya pekat. Tambahkan ke kaldu ayam yang sedang mendidih bersama serai geprek, daun jeruk, dan daun salam.
- Rebus tertutup 45 menit. Angkat ayam — daging harus lepas dari tulang dengan garpu. Dinginkan sedikit, suwir, dan buang tulangnya.
- Saring kaldu melalui saringan halus, buang ampas. Bumbui dengan garam. Kaldu harus bening keemasan-kuning dengan kedalaman aromatik.
- Didihkan kembali kaldu. Tuangkan air mendidih ke soun yang sudah direndam untuk melunakkan lebih lanjut; tiriskan. Untuk merakit: letakkan soun, tauge, dan ayam suwir dalam mangkuk dalam. Tuang kaldu panas ke atasnya. Tutup dengan setengah telur rebus dan bawang goreng. Sajikan dengan baji jeruk nipis dan piring sambal di meja.
Catatan budaya
Soto adalah kategori, bukan hidangan tunggal — setiap daerah Indonesia memiliki sotonya sendiri: soto Madura, soto Banjar, soto Lamongan, coto Makassar. Soto ayam adalah yang paling universal. Warna kuning berasal dari kunyit, kedalaman dari kemiri yang berperan sebagai pengental dan pengaya; tanpanya, sup lebih encer. Soto adalah sarapan di Jawa, makanan larut malam di Surabaya, dan makanan gerobak jalanan di mana-mana. Taburan bawang goreng di atas tidak bisa ditawar — itu ciri tekstur dan rasa.