Cara membuat
- Larutkan ragi dan gula dalam 100 ml susu hangat; diamkan 10 menit hingga berbusa.
- Gabungkan tepung, garam, ghee leleh, kuning telur, dan campuran ragi berbusa dalam mangkuk besar. Tambahkan sisa susu dan campuran susu safron sedikit demi sedikit sambil diuleni. Adonan harus lembut, sedikit lengket, dan berwarna oranye safron.
- Uleni 8 menit hingga halus dan elastis. Tutup dan biarkan mengembang di tempat hangat 60 menit hingga dua kali lipat.
- Kempiskan adonan. Bagi jadi 6 bola. Giling tiap bola jadi bulatan 18 cm dengan tebal 5 mm.
- Olesi tiap bulatan dengan ghee leleh dan taburi wijen serta biji nigella. Tekan biji-biji itu ringan supaya menempel.
- Panaskan oven ke 250°C dengan batu panggang atau plat baja yang tebal di dalamnya. Jatuhkan bulatan ke batu panas dan panggang 8 menit; bulatan akan mengembang dan jadi keemasan pucat dengan bercak lebih gelap di tepi. Olesi ghee lagi sebelum disajikan. Sheermal pendamping ideal untuk kari daging kaya seperti pasanda, korma, dan biryani, serta penyerap kuah yang baik.
Catatan budaya
Sheermal, bahasa Persia untuk 'digosok susu', adalah kreasi Mughal-Awadhi yang dibawa istana Mughal dari Iran lewat India utara. Lucknow adalah rumah spiritualnya; toko Asghar Mehmood Sheermal sudah memanggang sejak 1800-an. Hidangan ini bermigrasi ke Pakistan saat Pemisahan dan kini diasosiasikan dengan makan perayaan Pakistan: Idul Fitri, pernikahan, dan jadi roti pilihan untuk nihari di restoran kelas atas. Warna keemasan pucat dari safron dan rasa manis ringan dari susu membedakan sheermal dari naan; rotinya lebih kaya, lebih mewah.