Cara membuat
- Gabungkan pasta jahe-bawang putih, minyak mustard, cabai Kashmiri, timur halus, kunyit, ketumbar, jintan, garam masala, jimbu, air jeruk nipis, garam, dan herba cincang dalam mangkuk lebar.
- Masukkan lembaran daging. Pijat seksama. Dinginkan minimal 4 jam, lebih baik semalaman.
- Tusuk daging marinasi ke tusukan bambu yang sudah direndam, tata rapat-rapat, sekitar 4 lembar per tusukan.
- Nyalakan panggangan arang; arang kayu adalah standar Nepal, asapnya jadi tanda khas hidangan. Bangun bara hingga merah pekat.
- Panggang tusukan di atas bara panas 3 menit per sisi sambil diolesi marinasi sisa. Tepi harus gosong dan permukaan karamel hingga mahogani pekat.
- Geser tusukan ke daun pisang atau nampan lebar. Sajikan dengan chiura (beras tumbuk), irisan jahe mentah, cabai hijau segar, dan perasan jeruk nipis. Cara tradisional Nepal adalah makan daging tusukan dengan chiura segenggam kecil, bergantian gigitan daging panggang dan beras tumbuk renyah. Sekuwa adalah camilan bir dan makanan perayaan.
Catatan budaya
Sekuwa adalah tradisi daging panggang Nepal, berbeda dari seekh kebab India (cincang) karena memakai daging utuh berlembar. Hidangan ini paling lekat dengan Bandipur (kota pegunungan) dan Dharan (kota Nepal timur). Toko sekuwa di kota-kota ini buka dari sore sampai malam. Hidangan ini dipasangkan dengan chiura (beras tumbuk pipih) dan segelas aila atau rakshi. Marinasi minyak mustard dan timur-jimbu jelas khas Nepal.