Cara membuat
- Longgarkan mi dengan menarik untaian terpisah. Jika menggunakan kering, rebus 4 menit, tiriskan dan bilas dingin; aduk dengan 1 sendok teh minyak agar tetap terpisah.
- Panaskan minyak dalam wok di atas api sebesar mungkin. Tambahkan bawang putih, bawang merah, dan cabai rawit; aduk 20 detik. Tambahkan ayam; tumis 90 detik.
- Tambahkan udang; masak 30 detik. Dorong semua ke satu sisi. Tambahkan terasi ke sisi kosong dan biarkan mendesis dalam minyak selama 30 detik, lalu pecahkan dan campur dengan sisanya.
- Tambahkan kubis dan tomat; aduk 90 detik. Kubis masih harus renyah di tengah.
- Tambahkan mi. Tetesi kecap manis di sekeliling tepi wok — ia berkaramelisasi melawan logam panas terlebih dahulu. Tambahkan kecap asin, saus tiram, dan merica putih. Aduk kuat selama 60 detik hingga setiap untaian berubah amber pekat.
- Matikan api, masukkan daun bawang. Sajikan. Tutup setiap porsi dengan telur ceplok mata sapi, irisan mentimun, bawang goreng, dan kerupuk berdiri tegak. Sajikan dengan sambal dan baji jeruk nipis.
Catatan budaya
Mie goreng adalah hidangan mi yang paling banyak dimakan di Indonesia, ditemukan di setiap warung dan setiap sarapan hotel di seluruh nusantara. Kecap manis dan terasi adalah yang membedakannya dari char kway teow Malaysia atau pad see ew Thailand. Indomie — merek mie goreng instan — adalah institusi nasional; di Indonesia, mi instan berbasis hotel berharga hampir sama dengan versi warung yang baru dibuat. Penyajian dengan telur ceplok di atas dengan kerupuk universal di seluruh negara.