Cara membuat
- Kukus kelapa parut dengan daun pandan dan 1/2 sendok teh garam selama 5 menit — ini melepaskan aroma kelapa dan memastikan keamanan pangan. Dinginkan dan buang pandan.
- Campur tepung beras ketan, tepung beras biasa, dan garam dalam mangkuk. Tuang ekstrak pandan bertahap, lalu air hangat, uleni dengan tangan menjadi adonan lunak dan lentur — seperti Play-Doh. Sesuaikan air per sendok makan sekaligus.
- Ambil sebagian kecil adonan (sekitar 12 g) dan ratakan di telapak. Letakkan satu sendok teh gula merah serut halus di tengah. Bawa tepi adonan ke atas, jepit tertutup di puncak untuk merekatkan. Gulung di antara telapak menjadi bola halus tanpa retak. Rekatannya harus kedap udara — gula merah bocor melalui celah.
- Didihkan panci air lebar. Turunkan bola klepon dalam kelompok 8–10. Akan tenggelam, lalu mengapung saat matang — sekitar 4 menit.
- Angkat klepon matang dengan sendok berlubang. Jatuhkan langsung ke mangkuk kelapa parut selagi masih panas — kelapa menempel pada klepon yang basah. Gulung untuk melapisi tebal.
- Sajikan pada suhu ruang, idealnya dalam 4 jam. Makan dalam satu gigitan — gula merah di dalam meleleh dan manis, dan menggigit setengah klepon berisiko untuk baju bersih.
Catatan budaya
Klepon termasuk tradisi kueh Indonesia — keluarga manisan kecil, sering seukuran satu gigit, yang dijual di pasar, terminal bus, dan warung. Hidangan ini ada di seluruh nusantara dan Malaysia (di mana disebut onde-onde, meskipun nama yang sama berlaku untuk manisan berbeda di Indonesia). Klepon hijau dan pusat gula merah yang meletus adalah bentuk idealnya. Kelapa parut segar harus digunakan pada hari yang sama digiling; kelapa lama berbau dan merusak hidangan. Sekeranjang klepon di pasar Minggu adalah salah satu kesenangan sederhana hidup jalanan Indonesia.