Cara membuat
- Belah sawi membujur menembus jantung. Belah masing-masing setengahnya. Gosok garam kasar dalam-dalam di antara setiap daun, terutama batang putih. Letakkan sisi potong di bawah dalam mangkuk besar dengan 200 ml air. Istirahatkan 4 jam, balik setiap jam. Sawi harus bisa dilipat tanpa patah.
- Bilas sawi yang sudah digarami dengan air dingin tiga kali untuk menghilangkan kelebihan garam. Tiriskan dalam saringan 30 menit.
- Buat bubur beras: kocok tepung beras ketan dengan air dingin dalam panci kecil. Didihkan sambil diaduk; masak 2 menit hingga mengilap dan seperti puding. Dinginkan.
- Buat pasta kimchi: campur bubur beras yang sudah dingin, gochugaru, saus ikan, udang asin, bawang putih, jahe, pir parut, bawang bombay parut, dan gula. Aduk menjadi pasta merah pekat — pakai sarung tangan; gochugaru menodai dan mengiritasi kulit.
- Aduk pasta dengan lobak korek api dan irisan daun bawang. Selipkan satu kepalan penuh pasta di antara setiap daun pada setiap belahan sawi, kerjakan dari daun luar ke dalam. Jangan pelit — rasa kimchi memerlukan lapisan yang banyak.
- Padatkan sawi yang sudah dilumuri dalam wadah kaca atau keramik, tekan agar daun terendam dalam air garam yang dilepaskan. Tutup dan istirahatkan pada suhu ruang 24–48 jam, lalu dinginkan. Waktu makan terbaik dimulai pada minggu ke-1 dan berlanjut selama 2 bulan. Kimchi akan berubah dari sayuran mentah cerah menjadi asam-funky sepanjang busur tersebut.
Catatan budaya
Kimjang — ritual musim gugur pembuatan kimchi komunal — diakui dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada tahun 2013. Satu rumah tangga dahulu membuat 100+ kepala sawi dalam akhir pekan untuk musim dingin; penghuni apartemen modern membeli dari nenek atau toko khusus, tetapi resepnya sangat pribadi dan bervariasi menurut wilayah. Kimchi utara (Pyongyang) menggunakan lebih sedikit cabai dan lebih banyak kuah jernih; kimchi Jeolla penuh saus ikan dan funky-dalam; gaya Seoul adalah jalan tengah yang dikenal globalisasi. Kimchi tua (mukeun-ji) untuk dimasak; kimchi muda (geotjeori) untuk dimakan mentah.