Cara membuat
- Gosongkan bawang putih, lengkuas, dan bawang merah: tata masing-masing di wajan kering panas dengan api besar sambil dibalik selama 4 menit hingga permukaan sedikit menghitam. Char berasap inilah yang memberi jeow bong rasa khasnya.
- Tumbuk cabai rendaman di lumpang jadi pasta kasar.
- Tambahkan bawang putih, lengkuas, dan bawang merah yang sudah digosongkan, plus kulit kerbau (atau kulit babi yang sudah digoreng renyah dan dipecah jadi potongan kecil). Tumbuk untuk menyatukan; tekstur harus kasar, bukan halus.
- Tambahkan gula aren, saus ikan, padaek, air jeruk nipis, dan garam. Aduk jadi pasta kental.
- Panaskan minyak di wajan kecil. Masukkan pasta cabai-kulit kerbau; masak 8 menit dengan api kecil-sedang sambil terus diaduk. Pasta harus jadi mengkilap, merah-cokelat pekat, dan dapur akan dipenuhi aroma cabai dan asap.
- Dinginkan dan simpan di toples kaca bersih. Jeow bong tahan 1 bulan di kulkas. Sajikan sebagai bumbu pendamping dengan ketan, daging panggang, ikan, dan sayuran; sesendok kecil mengiringi tiap suapan.
Catatan budaya
Jeow bong adalah pasta cabai Luang Prabang: dijual dalam toples di pasar pagi, disajikan berdampingan dengan hampir setiap makan di restoran Luang Prabang, dan oleh-oleh yang dibawa pulang turis Laos. Kulit kerbau adalah bahan paling khas; ia menambah nada berasap kenyal yang absen dari pasta cabai Asia mana pun. Hidangan ini salah satu sedikit makanan Laos di mana Luang Prabang jelas jadi pusat regional. Restoran Laos modern di seluruh dunia mencantumkan jeow bong sebagai pembuka atau bumbu.