Taste·Asia

Nasi Uduk

Nasi Uduk

Nasi kelapa Jakarta — beras butir panjang dikukus dengan santan, serai, daun salam, dan simpul daun pandan, disajikan dengan selusin piring kecil: sambal kacang, tempe goreng, ikan teri, telur ceplok.

Persiapan15 menit
Memasak30 menit
Porsi6
Tingkat kesulitanMudah
jakartabetawiricecoconutbreakfast
Nasi Uduk

Cara membuat

  1. Campur beras yang sudah dicuci, santan, air, serai, daun salam, pandan, jahe, dan garam dalam panci berat atau rice cooker. Cairan harus berada 1.5 cm di atas beras — sedikit kurang dari nasi biasa, karena santan lebih kental.
  2. Didihkan di atas api sedang-besar tanpa tutup. Saat mendidih, turunkan ke api sekecil mungkin dan tutup rapat.
  3. Kukus 18 menit tanpa membuka tutup. Nasi matang ketika Anda dapat mencium kelapa dengan jelas dan suara mendidih telah berhenti.
  4. Matikan api, istirahatkan tertutup 10 menit lagi. Istirahat adalah yang memungkinkan nasi menyerap kelembaban sisa dan menjadi pulen alih-alih basah.
  5. Buang serai, salam, pandan, dan jahe. Aduk-keroknya nasi dengan garpu — butirannya harus terpisah, sedikit transparan, dan beraroma kelapa.
  6. Untuk menyajikan: tumpuk nasi uduk di tengah setiap piring. Atur lauk di sekelilingnya: sepotong tempe goreng, tumpukan kecil ikan teri renyah, taburan kacang, telur ceplok, sambal kacang, irisan mentimun, bawang goreng tersebar di mana-mana. Setiap penyantap mengambil sedikit dari semuanya dalam setiap suapan.
Catatan budaya

Nasi uduk adalah kontribusi Jakarta untuk kanon nasi Indonesia — sarapan dan makanan jalanan Betawi (asli Jakarta). Warung pagi klasik menyajikan nasi uduk dengan dua lusin piring kecil; pelanggan membayar untuk apa yang mereka ambil. Pewangi pandan-dan-serai adalah cirinya; tanpa rempah aromatik tersebut, nasi hanya terasa kelapa. Nasi liwet adalah sepupu Solo (Jawa Tengah) yang dibuat berbeda; nasi lemak adalah padanan Melayu. Setiap pulau Indonesia memiliki nasi kelapa kesukaannya, dan pertengkaran tentang mana yang terbaik selalu ada.

Lainnya dari Indonesia