Cara membuat
- Buat isiannya: panaskan 1 sendok makan minyak di panci kecil. Pecahkan biji jintan. Tambahkan jahe dan cabai cincang; tumis 30 detik. Masukkan kacang polong, ketumbar bubuk, amchur, garam masala, dan garam. Aduk 4 menit; lumatkan sedikit dengan sendok. Dinginkan.
- Gabungkan kentang lumat dengan tepung maizena dan sejumput garam. Uleni sebentar jadi adonan lembut.
- Ambil sebagian adonan kentang (sekitar 80 g), pipihkan di telapak tangan, tempatkan 1 sendok makan isian kacang polong di tengah, dan tarik tepi-tepinya menutup. Bulatkan jadi bola halus, lalu pipihkan jadi patty 7 cm. Ulangi untuk semua.
- Panaskan 3 sendok makan minyak dalam wajan lebar di atas api sedang-besar. Goreng tikki 4 menit per sisi hingga keemasan dan renyah. Jangan terlalu penuh; goreng bertahap.
- Untuk penyajian gaya chaat: tata 2 tikki di tiap piring. Siram dengan yogurt kocok (sekitar 3 sendok makan). Siram chutney asam jawa dan chutney mint. Taburi sev dan chaat masala. Hiasi dengan daun ketumbar cincang dan bawang bombay mentah cincang.
- Makan langsung; kontras tikki renyah, yogurt dingin, chutney manis-asam-pedas, dan sev renyah adalah arsitekturnya. Aloo tikki Pakistan lebih berantakan dan bergaya chaat dibanding versi India yang lebih sederhana.
Catatan budaya
Aloo tikki dimiliki bersama oleh India dan Pakistan, tetapi versi sudut jalan Pakistan lebih banyak diberi sentuhan chaat: yogurt, beberapa jenis chutney, sev, bawang mentah, sementara aloo tikki India terkadang lebih sederhana. Hidangan ini dijual dari gerobak di setiap sudut jalan Pakistan, terutama selama Ramadan dan di pasar malam Pakistan. Isian kacang polong membedakannya dari aloo tikki India yang sering tanpa isian. Hidangan ini vegetarian, memenuhi pantangan agama, dan tetap terjangkau, jadi salah satu camilan Pakistan yang paling universal.