Cara membuat
- Blansir setiap sayur secara terpisah agar teksturnya tetap berbeda: wortel 90 detik, kacang panjang 60 detik, bawang 30 detik. Langsung celupkan masing-masing ke air es untuk mengunci warnanya.
- Tiriskan sayuran sepenuhnya — harus benar-benar kering agar tidak mengencerkan air rendaman.
- Dalam panci tebal, gabungkan cuka, gula aren, bubuk mustard, kunyit, garam, bubuk cabai, dan klabet. Kocok dan didihkan dengan api sedang-kecil. Dasar acar harus halus dan kuning; akan tampak encer tetapi sedikit mengental saat dingin.
- Tambahkan jahe, bawang putih, dan cabai ke panci; masak 4 menit hingga melunak.
- Susun sayur yang sudah diblansir di toples kaca bersih. Tuangkan dasar acar panas di atasnya, pastikan sayur sepenuhnya terendam. Tambahkan cuka tambahan bila perlu.
- Dinginkan ke suhu ruang, lalu masukkan kulkas minimal 24 jam sebelum disantap. Paling enak dimulai dari hari ke-3. Achcharu tahan 2 bulan di kulkas; semakin lama dia diam, semakin rasa-rasanya menyatu.
Catatan budaya
Achcharu adalah acar Sri Lanka — setiap rumah tangga menyimpan toples di kulkas untuk menambah ketajaman pada piring nasi-dan-kari. Hidangan ini punya leluhur India dan Portugis, tetapi profil rempah spesifik (mustard, kunyit, klabet, cabai) dan campuran sayurnya khas Sri Lanka. Acar ini juga bagian dari piring buriyani (biryani Sri Lanka), lamprais, dan sajian Natal. Versi Tamil-Muslim memakai lebih banyak cabai; rumah tangga Sinhala cenderung membuatnya lebih manis; rumah tangga Burgher Belanda menambahkan kismis dan mangga.