Taste·Asia

Yomari

योमरि (Yōmari)

Pangsit kukus berbentuk ikan khas Newari: kulit dari tepung beras membungkus isian manis dari gula aren dan wijen, dimakan saat Yomari Punhi (bulan purnama Desember), syukuran Newari atas panen padi.

Persiapan30 menit
Memasak25 menit
Porsi6
Tingkat kesulitanSedang
nepalnewariyomari punhifestivaldessert
Yomari

Cara membuat

  1. Buat isiannya: di wajan lebar, lelehkan ghee dengan api kecil. Tambahkan biji wijen sangrai, chaku serut, dan kapulaga bubuk. Masak 4 menit sambil diaduk terus hingga chaku meleleh dan menyatu dengan wijen jadi pasta cokelat lengket. Aduk dengan khoya dan kacang halus. Dinginkan. Isian harus cukup padat untuk dibentuk tetapi cukup lunak untuk dimasukkan ke adonan.
  2. Buat kulit: gabungkan tepung beras dan garam. Tuang air mendidih sambil diaduk dengan sumpit. Tambahkan minyak dan uleni sebentar selagi masih hangat. Adonan harus lembut, lentur, sedikit lengket. Tutup dan diamkan 15 menit.
  3. Ambil sebagian adonan (sekitar 30 g) dan bentuk jadi cangkir oval dengan jari, mirip membuat mangkuk kecil dengan ujung runcing di satu sisi dan mulut terbuka di sisi lain.
  4. Tata 1 sendok makan isian di tengah cangkir. Jepit ujung yang terbuka tertutup dan bentuk adonan jadi bentuk ikan: badan bulat di tengah, ekor runcing di satu sisi, kepala sedikit terangkat di sisi lain. Bentuk yomari simbolis dan tidak salah lagi.
  5. Ulangi untuk semua yomari. Total harus 18–20 buah.
  6. Kukus dalam keranjang bambu beralas kertas roti di atas air mendidih kuat selama 18 menit. Kulit harus mengkilap dan agak transparan. Sajikan hangat; isiannya cair dan manis di dalam, kulitnya kenyal. Makan hati-hati karena chaku cair masih panas.
Catatan budaya

Yomari adalah pusat Yomari Punhi, festival bulan purnama Desember Newari yang merayakan panen padi. Bentuk ikannya simbolis kesuburan dan kelimpahan. Tiap rumah tangga Newari membuat tumpukan yomari, dipersembahkan kepada dewa (terutama Annapurna, dewi biji-bijian) sebelum dimakan. Chaku, gula aren gelap khas Nepal dari tebu, adalah bahan isian khasnya; tanpa itu, hidangannya jadi generik. Variasi modern termasuk isian gurih, tetapi chaku-wijen adalah aslinya.

Lainnya dari Nepal