Cara membuat
- Panaskan 2 sendok makan minyak dalam wok di atas api sedang-besar. Tumis bawang putih dan jahe 60 detik. Tambahkan ayam giling dan ebi; masak 4 menit hingga ayam baru matang.
- Tambahkan rebung dan tumis 4 menit — harus melembut dan menyerap bumbu. Tambahkan telur orak-arik yang sudah dipotong, kecap manis, kecap asin, gula merah, merica putih, dan garam. Masak 90 detik hingga tercampur merata. Dinginkan sepenuhnya sebelum membungkus; isian hangat merobek kulit.
- Letakkan 2 sendok makan isian di sepertiga bawah kulit, bentuk batang 6 cm. Olesi tepi terjauh dengan air. Lipat bagian bawah ke atas, sisi ke dalam, lalu gulung rapat ke atas. Ulangi untuk semua 16 gulungan. Tutup dengan kain lembab saat bekerja.
- Untuk saus manis: campur gula merah, air, dan kecap asin dalam panci kecil. Rebus 5 menit hingga gula larut dan sirup sedikit mengental. Kocok larutan tapioka; tuang ke saus saat mendidih. Saus akan menjadi mengilap dan melapisi sendok.
- Panaskan minyak hingga 180°C. Goreng gulungan bertahap selama 4 menit hingga keemasan tua dan renyah. Tiriskan di rak.
- Sajikan panas. Cara makan Semarang: ambil sepotong daun bawang mentah, pegang di satu tangan; angkat satu lumpia dengan tangan lain; gigit bergantian — catatan hijau tajam daun bawang mentah menyeimbangkan isian kaya manis. Celupkan ke saus cokelat manis; bawang putih dan cabai mentah di meja untuk yang berani.
Catatan budaya
Lumpia Semarang adalah ekspor makanan paling terkenal kota itu — diciptakan pada 1860-an oleh imigran Cina yang menikahi wanita Jawa lokal, memadukan teknik lumpia Cina dengan rebung dan ebi Indonesia. Dua mazhab utama bertahan: Lumpia Gang Lombok (keluarga asli) dan Lumpia Mataram. Pendamping daun bawang mentah adalah penyeimbang tekstural hidangan; menyantap lumpia tanpanya dianggap menyantap hanya separuh hidangan di Semarang.