Cara membuat
- Keringkan potongan ayam sepenuhnya. Aduk dengan garam, merica, dan arak beras; istirahatkan 15 menit — alkohol meresap ke kulit dan meningkatkan kerenyahan.
- Kocok tepung kentang, tepung terigu, dan baking powder. Tambahkan air es bertahap hingga adonan encer — seperti krim tunggal. Adonan dingin menahan lapisan lebih baik.
- Celupkan ayam dalam adonan, angkat untuk meniriskan kelebihan (lapisan tebal akan menguap bukan menggoreng), dan turunkan ke minyak 160°C. Goreng bertahap selama 7 menit hingga keemasan pucat dan baru matang. Angkat ke rak dan istirahatkan 5 menit — langkah pendinginan adalah trik Korea.
- Naikkan suhu minyak ke 190°C. Kembalikan ayam yang sudah istirahat bertahap selama 3 menit — akan berubah keemasan tua dan lapisannya renyah berderai. Penggorengan ganda tidak bisa ditawar untuk renyah ala KFC Korea.
- Buat saus: campur gochujang, madu, saus tomat, kecap asin, cuka beras, minyak wijen, bawang putih, dan jahe dalam wajan lebar. Rebus 4 menit sambil diaduk hingga mengilap dan sedikit mengental.
- Aduk ayam goreng panas dalam saus hangat sehingga setiap potong terlapis. Jangan rendam — lapisan harus mengilap, bukan basah kuyup. Hidangkan segera, taburi biji wijen. Sajikan dengan acar lobak (chicken-mu) dan bir lager dingin — tradisi chimaek (chicken + maekju bir) menuntutnya.
Catatan budaya
Ayam goreng Korea adalah pasca-Perang Korea: pangkalan militer Amerika membawa penggorengan dan tepung gandum ke negara yang ayamnya pernah dimasak dengan banyak cara lain, tetapi jarang digoreng. Teknik goreng ganda disempurnakan di pub chimaek (ayam-dan-bir) tahun 1970-an dan 80-an. Versi yangnyeom (bersaus) adalah salah satu dari dua mazhab utama; huraideu (garam dan merica polos) adalah yang lainnya. Saus yangnyeom yang manis lengket sedikit pedas adalah yang membuat ayam goreng Korea berbeda secara global dari ayam goreng Amerika.