Cara membuat
- Didihkan panci besar berisi air dengan kuat. Tambahkan garam — air harus terasa seperti laut. Air asin membumbui bayam saat direbus.
- Celupkan bayam dengan batang lebih dahulu; rendam dengan sumpit. Rebus tepat 30 detik — daun harus berwarna hijau menyala. Angkat segera ke air es; kejutan dingin mengunci warnanya.
- Tiriskan bayam. Peras kuat di antara tangan — setiap tetes air harus keluar. Nenek-nenek Korea memeras bayam dalam kain bersih untuk pengeringan paling menyeluruh.
- Longgarkan bayam yang sudah diperas ke dalam mangkuk dengan menarik untaian terpisah dengan jari. Potong sekali melintang sepanjang 4 cm bila terlalu panjang.
- Tambahkan minyak wijen, kecap asin sup, bawang putih cincang, biji wijen, dan sejumput garam tambahan. Pijat lembut dengan tangan — juru masak Korea menyebutnya muchida, membumbui dengan tangan yang membagikan rasa secara merata.
- Taburi irisan daun bawang. Sajikan pada suhu ruang sebagai banchan; sigeumchi namul adalah bagian dari hampir setiap makanan Korea, disantap dalam suapan kecil di antara nasi dan hidangan utama.
Catatan budaya
Sigeumchi namul adalah salah satu dari tiga namul utama (sayuran berbumbu) dalam budaya banchan Korea, bersama bayam, tauge (kongnamul), dan bracken (gosari). Teknik bumbu tangan (muchida) adalah ciri khas Korea — menggunakan peralatan akan mematahkan daun dan memarnya; tangan memungkinkan juru masak merasakan persis seberapa berbumbu setiap genggam. Hidangan ini juga bagian dari bibimbap; ia bagian dari namul-bap pada Daeboreum, bulan purnama pertama tahun lunar, ketika lima jenis hijauan berbumbu disantap bersama.